Pola Asuh Orangtua

No Comments
Seperti Apa Pola Asuh Orangtua Ketika mendidik kita ?

Saya harap kepada guru Bimbingan Konseling (BK) agar memberikan test ini kepada siswa maupun siswinya, terutam kepada siswa maupun siswinya yang pendiam. Karena siswa atau siswi yang cenderung pendiam di sekolah, ia juga akan kurang jujur ke lingkungan sekitar terutama guru. Jadi guru jangan hanya mempertanyakan kepada murid saja, tetapi harus memberikan test ini. Jika sisw maupun siswi melakukan test ini, mereka akan mulai memahami bagaimana pola asuh kedua orang tuanya. Langsung saja jawab pertanyaan di bawah ini.

1.       Jika saya melakukan kesalahan, orangtua akan ....
a.       Mengingat dan senantiasa menasehati.
b.      Menghukum dengan tegas agar kesalah tidak terulang.
c.       Membiarkan dan tidak peduli dengan kesalahan.

2.       Jika terdapat masalah dalam keluarga, bagaimana cara orangtua saya menyelesaikannya ....
a.       Mendiskusikannya dengan anggota keluarga lain.
b.      Keputusan orang tua adalah keputusan yang tidak bisa diganggu gugat.
c.       Orangtua membiarkan apapun keputusan saya.

3.       Jika berada di dekat orangtua, yang saya rasakan ....
a.       Merasa nyaman sebagai sahabat untuk bercerita.
b.      Merasa terkekang dan terpenjara.
c.       Merasa biasa saja, tidak ada perubahan.

4.       Ketika membuat peraturan dan tugas di rumah, yang dilakukan oleh orangtua saya ....
a.       Meminta masukan dari seluruh keluarga
b.      Orangtua memutuskan sendiri.
c.       Tidak ada peraturan dalam rumah.

5.       Apabila saya mengalami kesulitan dalam tugas sekolah, orantua saya akan ....
a.       Membantu, tapi menginginkann saya lebih mandiri.
b.      Memarahi karena saya tidak bisa mengerjakan.
c.       Membantu, bahkan ikut mengerjakan sampai selesai.

6.       Dalam  mengambil keputusan, biasanya orangtua saya ....
a.       Memutuskan secara bersama – sama
b.      Memaksakan kehendak.
c.       Membiarkan apapun keputusannya.

7.       Ketika di rumah, saya sering ....
a.       Bercanda dengan orangtua, tapi dalam batas kewajaran.
b.      Merasa kakau dengan orangtua.
c.       Sering bercanda dengan orangtua, bahkan sampai kelewatan.

8.       Dalam melaukuan pergaulan, biasanya saya ....
a.       Sering mendapat masukan dari orangtua
b.      Sering mendapatkan larangan berteman dengan orang lain.
c.       Bebas memilih dan bergaul dengan siapapun.

9.       Jika pergi keluar rumah, orangtua saya akan ....
a.       Mengingatkan saya untuk selalu pulang tepat waktu.
b.      Membatasi jam pergi dan menghukum jika datang terlambat
c.       Membiarkan dan memberikan kebebasan.

10.   Jika meminta sesuatu, biasanya orangtua ....
a.       Memaklumi jika perintahnya tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna.
b.      Memaksa melakukan perintah yang diberikannya, meskipun mengecewakan hati.
c.       Tidak kecewa, meskipun tidak sesuai harapannya.

      Ayo dihitung! Manakah jawaban yang paling sering kita pilih A, B, atau C? Berikut penjelasannya.

Pola asuh Demokratis ( dominan pilihan A )
Pola asuh orangtua yang demokratis pada umumnya ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orangtua dan anak. Mereka membuat semacam aturan – aturan yang disepakati bersama. Orangtua yang demokratis mencoba menghargai kemampuan anak secara langsung.

Pola asuh Otoriter ( dominan pilihan B )
Pola asuh otoriter ditandai apabila orangtua melakukan aturan – aturan saklek, berpa pelarangan – pelarangan yang tidak masuk akal dan sering kali mengorbankan otonomi anak. Dengan pola asuh otoriter, hubungan orangtua dan anak akan terlihat kaku.

Pola  asuh Permisif ( dominan pilihan C )
Pola asuh permisif ditandai dengan adanya kebebasan tanpa batas kepada anak untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan keinginan anak. Orangtua cenderung bersikap mengalah, menuruti semua keinginan, melindungi secara berlebihan, serta memberikan atau memenuhi semua keinginan anak secara berlebihan.


Ketika guru Bimbingan Konseling (BK) sudah mengetahui cara mendidik siswa maupun siswi tersebut, diharapkan guru memberikan solusi kepada siswa maupun siswi dan berkerjasama dengan para orang tua/wali murid agar dapat mendidik anak dengan baik, karena anak zaman sekarang, banyak terjadi pergaulan bebas, itu disebabkan karena kurang perhatian dan pengawasan orangtua, sehingga anak menjadi tidak terkontrol dan yang harus dipastikan siswa maupun siswi harus menjawab pertanyaan diatas dengan jujur

link ini tidak bermaksud memplagiat atau menjiplak, tapi hanya sekadar ingin memberi informasi, sumber buku who am i.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar

Posting Komentar